Hati-Hati Sobat SehatQ.com, Waspadai 6 Penyakit yang Ditularkan Hewan Ini!

sehatQ.com

Bagi sebagian besar orang, berinteraksi dengan hewan memiliki banyak sekali manfaat di antaranya: sebagai sarana hiburan, mengurangi stress, melatih empati, dan lain-lain. Namun, tahukah Anda bahwa ada bahaya penyakit mengintai di balik kecintaan terhadap binatang.

Penyakit-penyakit yang Ditularkan Hewan

Memelihara hewan seperti kucing, anjing, burung, ikan dan sebagainya memang sudah menjadi hobi bagi sebagian orang. Hanya saja, masih banyak yang belum mengetahui bahwa hewan juga bisa menjadi mediator berbagai jenis parasit, bakteri hingga virus.

Ada beberapa contoh dari SehatQ.com, berikut ini ulasannya:

Rabies (Anjing Gila)

Rabies disebabkan oleh virus mematikan bernama lyssaviruses, ditularkan dari hewan yang sudah terinfeksi ke manusia melalui air liur (gigitan) dan cakaran. Biasanya ada pada binatang-binatang karnivora karena cenderung memiliki gigi serta kuku tajam (misal anjing, harimau, kucing, dll).

Rabies atau juga disebut dengan anjing gila ini menyerang syaraf sehingga penderitanya mengalami gerakan yang tidak terkontrol. Virusnya kemudian akan menyebar ke saraf tulang belakang serta organ tubuh lainnya seperti paru-paru, hati, ginjal, kelenjar air liur dan lain-lain.

Herpes B

Herpes B juga merupakan sejenis virus yang ditularkan melalui air liur (gigitan, cakaran) binatang primata seperti kera, monyet, simpanse dan sebagainya. Anda perlu mewaspadainya karena jika tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kematian.

Herpes B dapat mengakibatkan terjadinya peradangan otak (ensefalitis) dan perkembangan diagnosanya pun sulit diprediksi sehingga terkadang tidak bisa mendapat penanganan dengan segera. Untung saja, para ahli menyatakan bahwa kasus Herpes B ini masih jarang terjadi.

Toksoplasma

Toksoplasma bukan penyakit yang disebabkan oleh virus melainkan sejenis parasit mikroskopik bersel satu bernama toxoplasma gondii. Meski tidak berpotensi mematikan, namun dapat mengakibatkan beberapa masalah kesehatan terutama pada ibu dan bayi.

Infeksi toksoplasma dapat mengakibatkan keguguran (janin tidak berkembang), hingga kerusakan (kecacatan) pada mata, otot serta organ lainnya. Selain ditularkan melalui hewan peliharaan seperti anjing, kucing, hamster, parasit tersebut juga sering ditemukan pada sayuran dan daging mentah.

Lyme

Lyme merupkan sejenis infeksi kutu yang ganas karena dapat menyerang sistem imun (kekebalan) tubuh serta mengakibatkan kelumpuhan, radang otak (ensefalitis) dan radang selaput otak (meningitis). Biasanya ditularkan melalui gigitan burung, rusa, atau tikus.

Awalnya, gigitan kutu penyebab Lyme hanya berupa ruam merah kecil pada kulit yang tidak terasa sakit dan dapat hilang setelah 1-2 minggu. Namun, setelah itu akan muncul gejala lain berupa nyeri otot, demam tinggi hingga sendi membengkak.

Salmonellosis

Bagi Anda pecinta binatang amfibi dan reptilia, berhati-hatilah dengan bakteri salmonella yang biasanya terdapat pada kotoran hewan-hewan tersebut (ular, gecko, tokek, biawak, dll). Jadi, usahakan selalu memakai sarung tangan serta peralatan memadai ketika membersihkan kandang.

Salmonellosis ini dapat mengakibatkan diare, demam, mual, muntah, dehidrasi, dan lebih berbahayanya lagi bisa menyebabkan meningitis. Bakteri salmonella juga biasa terdapat pada kotoran hewan piaraan lain, daging ikan mentah, cangkang telur, juga sayuran yang kurang bersih.

Kurap dan Ringworm

Kurap merupakan infeksi jamur yang menyerang kulit. Biasanya ditularkan dari hewan-hewan berbulu lebat seperti kucing, anjing, kelinci, marmut dan sebagainya. Selain itu, ada juga ringworm penyebabnya sama yaitu fungi.

Jika Anda menemukan ruam kecil berbentuk bulat, tengahnya bersisik dan berwarna kemerahan pada kulit tangan dan kaki yang rasanya sangat gatal, maka itu bisa jadi adalah kurap atau ringworm. Segera obati dengan salep khusus jamur untuk meredakan gejalanya.

Masih banyak sekali penyakit yang dapat ditularkan oleh binatang ke manusia. Jika Anda memelihara hewan, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan, minimal dengan vaksin, membersihkan kandang secara teratur serta memberikan pakan terbaik.

Tags: